Kiarostami’s direction in Taste of Cherry is a masterclass in slow cinema. The film heavily utilizes long takes, a repetitive driving motif, and shot-reverse-shot conversations inside the claustrophobic space of the car. Interestingly, Kiarostami filmed the conversations by sitting in the passenger seat himself; Ershadi and the other actors were rarely in the car at the same time, a technique that paradoxically heightened the feeling of emotional isolation.
Film ini mengikuti perjalanan seorang pria paruh baya bernama Taste Of Cherry Sub Indo
Judul film ini, Taste of Cherry , merujuk pada sebuah momen krusial dalam film. Salah satu karakter yang ditemui Badii menceritakan pengalaman pribadinya tentang bagaimana rasa ceri (buah) hampir mencegahnya melakukan bunuh diri. Ceri itu mengingatkannya pada keindahan dan kenikmatan hidup—sinar matahari, angin, dan rasa buah itu sendiri. Kiarostami’s direction in Taste of Cherry is a
The film features stunning cinematography, with a muted color palette that reflects the somber mood of the story. Kiarostami's direction is characterized by long takes, static shots, and a minimalist approach, which creates a sense of realism and intimacy. Film ini mengikuti perjalanan seorang pria paruh baya
Bagheri tidak menceramahi Badii dengan dogma agama atau hukum. Ia hanya mengingatkan Badii tentang keindahan-keindahan kecil di dunia yang sering dilewatkan oleh manusia: rasa buah ceri, musim gugur, matahari terbit, dan senyuman anak-anak. Pertanyaan retoris Bagheri, "Apakah kau ingin melewatkan rasa manis buah ceri?" , menjadi inti dari judul film ini. Gaya Minimalis Abbas Kiarostami